Alay
pAk mArio, q llsN d3 AktNs-
pi dh 3 tN cri krj ditlAk trs- Np y pAk?
Adikku yang hidupnya sedang dipimpin
oleh yang dirasakannya benar,
...perhatikan ini:
Jawaban Mario Teguh
Mudah-mudahan resume mu
tidak kau tulis dengan singkatan
seperti orang lain tak penting bagimu,
dan seolah engkau sangat sibuk,
dan mengharuskan orang lain mengerti
maksud dalam tulisanmu yang
mempersulit pengertian.
Wakililah dirimu dengan lebih baik.
Mario Teguh
hahaha.. Saya tergelitik untuk sedikit mengulas salah satu topik yang lagi trend saat ini "sms alay untuk Mario Teguh".
Sebuah fenomena gaya bahasa yang menurut anak sekarang adalah "trend" bermutu yang kalau ngga diikuti berarti ngga "Hits".. ngga up date lah.. ngga gaul lah.. jadul.. old skool.. dll..
Seperti jawaban pak Mario diatas.. semakin kesini (saat ini maksudnya) semakin banyak manusia yang memiliki kadar kepercayaan diri yang sangat amat tinggi.. saking tingginya sampai mereka ngga bisa lagi membedakan mana yang "PeDe" dan mana yang "Lebay".. :D
Malangnya generasi labil saat ini dalam mencari format komunikasi sesungguhnya, menjadi sedemikian ruwet ditambah dengan begitu banyaknya fasilitas komunikasi yang secara "kayaknya" bisa menjadi media komunikasi efektif dan efisien.. bagi mereka.
Fenomena BBM dan twiter yang dalam waktu singkat mampu mengalahkan FB bahkan email sekalipun (dalam hal popularitas) seakan menjadi pembuktian bahwa komunikasi zaman sekarang lebih butuh kecepatan dan ke"singkatan" dalam aplikasinya.
Plus plus gaya bahasa baru yang mewakili segmentasi komunitas tertentu tanpa harus memperhatikan kepentingan komunitas umum yang lebih menjunjung tinggi kejelasan dan bobot komunikasi sebuah pesan :p
Emang salah ?
ya engga sih... tapii... (selalu ada tapi untuk jawaban dengan akhiran "sih")
Sejak jamanya orang indian berkomunikasi dengan isyarat asap, hingga akhirnya Alexander Graham Bell menemukan telpon pada tahun 1875, semua sistim komunikasi yang coba di aplikasikan bertujuan untuk memper"MUDAH" komunikasi dan memper"JELAS" pesan antara 2 mahluk yang berjauhan.. bukan untuk lebih memper"SULIT"komunikasi.. betul ?
Saya yakin.. semua guru, dosen, guru besar dan para pengajar ilmu komunikasi bahkan pak Mario Teguhpun akan setuju dengan saya dalam teori komunikasi yang seharusnya di aplikasi secara singkat, padat dan jelas.
Kecanggihan teknologi komunikasi non verbal yang saat ini menjadi trend, tanpa disadari sudah melewati hukum komunikasi sesungguhnya yang secara phisikologis telah terbukti meningkatkan daya kerja dan kemampuan otak dalam mengolah sebuah pesan, meningkatkan persepsi, interprestasi, apresiasi.. dll tanpa harus menggunakan sel manipulasi dalam pengertian memahami sebuah pesan.
Degradasi kemampuan komunikasi dan kualitas interaksi sosial dalam kehidupan sudah terlanjur terjadi, yang kita bisa lakukan hanya kembali ber"sadar" diri bahwa semua perangkat komunikasi yang memper"mudah" manusia saat ini sebaiknya tetap diguakan sebagai mana fungsinya..
maksudnya ?
ya sebagai alat komunikasi yang ber"martabat"lah..
bukan menjadi sarana publikasi 24 jam kehidupan pribadi dan ekploitas emosi sesaat yang notabene bukan konsumsi publik..
Tapikan ini efek modernisasi !
hmm.. anda mau pacar anda cuma pamit pergi dengan teman2nya hanya lewat sms, bbm atau bahkan hanya update status? atau anda lebih senang menerima pesan singkat dari karyawan anda yang minta izin ngga masuk kerja karena sakit?
Pada hakikatnya manusia diciptakan dengan standard software bernama "perasaan" dan "logika"Dan pada hakikatnya pula manusia memiliki apresiasi terhadap sebuah bentuk komunikasi yang berbentuk verbal dan memiliki effort dalam aplikasinya.. a.k.a kita akan lebih menghormati seseorng yang berani berbicara langsung dan berinteraksi tanpa melalui medium apapun, terutama dalam hal-hal yang cukup penting.
Belum ada manusia yang tumbuh sejak kecil hingga dewasa yang sukses memiliki kemampuan komunikasi (berbicara) karena memakai sistem latihan komunikasi non verbal. (paling ngga sampai saat ini).
Semua harus di latih.. semua harus di asah.. tanpa berlatih maka kita tidak akan bisa mempertanggung jawabkan kemampuan komunikasi kita.
Pada saat anda ingin mendapat apresiasi sesuai dengan apa yang anda inginkan.. anda juga harus meberikan apresiasi kepada lawan anda.. se"simpel" itu.
Kalau ngga percaya.. silahkan tinggalkan alat komunikasi sosial anda dirumah dan kembalilah ke komunitas pen"junjung" tinggi alat komunikasi sosial yang lagi trend saat ini.
Maka anda akan merasa bahwa anda tidak ada diantara mereka :)
Hargailah kemampuan bicara kita yang sudah diberikan tanpa harus membeli dan meng"up grade" software.. Getoo Loooh...
Yes.. Self Upgrading is better then updating status !
JB Handoyo
April 2011
Senin, 25 April 2011
Langganan:
Komentar (Atom)