
SPOK alias subyek, predikat, obyek, dan keterangan adalah implementasi kasta dalam tata bahasa Indonesia kita.. lah? yaiyalaah.. ke 4 anggota geng tata bahasa itu jelas mewakili komponen kata dan kalimat yang setiap hari kita pake buat ngobrol, ngebo'ong, ngerayu dll soalnya... kalau ga ada mereka, dijamin komunikasi kita sama orang orang akan terganggu alias kaga nyambung !
Seperti juga dalam dunia periklanan, satu komponen dari sekian banyak komponen yang terlibat dalam pembuatan sebuah iklan punya fungsi vital sendiri-sendiri (teorinya ya).. Seorang copy writer ga akan bisa nulis kalo brief dr client blom ada, creative team yg lain juga ga akan bisa bikin story board buat gambar kalo si copy writer blom nulis, Producer juga bakal nganggur sambil nuggu keputusan kiri kanan depan blakang untuk start produksi (pitching kek, booking kek apa kek)
Ga perlulah dijabarin panjang lebar "SPOK" itu mewakili posisi apa di dunia iklan, tapi yang jelas waktu bendera "JOB ON" berkibar, dimulailah keriaan produksi yang selalu berjalan diatas "materai" deadline ! bukan dateline lagi :p
Urut-urutan dan teori produksi yang layak dan udah dipikirin ampe nungging-nungging sama mbah-mbah produksi dan pendekar2 iklan jaman baheula langsung kadaluwarsa + berubah jadi teori verbal yang cuma bisa di "nyap nyapin" lewat cakram interview dan seminar-seminar pengangkat derajat profesi !
Eksekusipun masuk kategori timeline pendek-pendek yang saling tumpang tindih...
Berantakan? enggalaaah... menimbang, mengingat, mengangkat dan mengelus bahwa orang Endonesya adalah keturunan Gajah Mada yang ga bakal makan buah palapa sebelom Invoice terakhir dibayar lunas :p maka.. dijamin ! sependek apapun waktu produksi dan se ribed apapun kerjaanya, pasti tetep akan beres pada waktunya.
Begitu juga para jagoan ngisi suaranya para talent video yang suaranya pada rombeng-rombeng tapi jauh lebih ngetop sebagai selebritis.. dan karena para artis itu sibuk sekali mengejar setoran job iklan dan tayangan tipi lain demi eksistensi yang tidak berbanding sejalan dengan kualitas diri, Jadilah kita sebagai talent VO harus mengisi suara mereka walaupun gambarnya masih offline.. atau take guide dulu untuk present ke client.. ato dengan "senang hati" take paling akhir (walopun datenganya duluan) menunggu sang artis yang ternyata pingin coba-coba ngisi suaranya sendiri.
ah ah ah... "oke, kita udah dapet takenya.. stand bye buat revisi ya.. minggu-minggu ini nanti kita kabarin"
Ok ! kalau begitu seminggu ini saya ga akan ambil recording, ga ngurusin pacar saya, ga pergi dugem, jadi ansos sementara dan nunggu dirumah dengan manisnya kalo-kalo revisinya mendadak" jawab saya dengan penuh semangat demi mendukung suksesnya dunia periklanan Indonesia.. :p
mau tau posisi talent VO diantara komponen "SPOK" dimana? ga ada!
karena mereka masuk dalam kategori "Pelengkap penderita"
052009
JB Handoyo
4 Sounds Familiar Version 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar